Pantai Pandawa

Pantai Pandawa adalah salah satu kawasan wisata di area Kuta selatan, Kabupaten Badung, Bali. Pantai ini terletak di balik perbukitan dan sering disebut sebagai Pantai Rahasia (Secret Beach).

Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Barong Bali

Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan Topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya.

Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi adalah monumen perjuangan rakyat Bali yang terletak di Renon, Denpasar, Bali. Monumen ini menempati areal yang sangat luas, ada beberapa lapangan bola di sekelilingnya.

Danau Beratan Bedugul

Danau Bratan adalah sebuah danau yang terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali.

Selasa, 30 September 2014

Jenis-Jenis Ukiran Bali

Dewata-ku.Halo salam sejahtera agan-agan sekalian, udah makan belum ?(klo belum beli sendiri :D), kali ini ane akan menjelaskan jenis-jenis dari ukiran bali. Banyak dari kita yang kurang memahami jenis dari ukiran bali karena kurang nya ilmu dasar yang di ajarkan. Yap langsung saja ini dia jenis-jenis ukiran bali.

Ukiran Bali terdiri dari beberapa jenis yaitu:
1) Pepatran



yang merupakan jenis ukiran yang bermotifkan dari dedaunan (Patra) dan memiliki hiasan bermotif bunga-bungaan. Misalnya Patra Sari ditempatkan pada bidang yang sempit seperti tiang-tiang dan blandar, patra lainnya adalah patra pid-pid, patra samblung, patra pal, patra ganggong, patra sulur dan lain-lain.Jenis ragam hias ini berwujud gubahan-gubahan keindahan hiasan dalam patern-patern yang juga disebut patra. Ide dasar pepatran banyak diambil dari bentuk-bentuk keindahan flora. Keindahan flora diambil sedemikian rupa sehingga jalur daun, bunga, putik dan ranting dibuat berulang-ulang. Masing-masing pepatra memiliki identitas yang kuat dalam penampilannya, sehingga mudah diketahui, seperti: Patra Punggel yang ide dasarnya diambil dari potongan tumbuh-tumbuhan menjalar, terutamanya ujung daun paku yang masih muda. Punggelberarti potongan. Jenis pepatran yang lain adalah Patra Cina. Karena namanya, kehadiran dari patra ini diyakini oleh masyarakat Bali sebagai pengaruh dari kebudayaan Cina. Patra Cina merupakan stiliran dari tumbuhan kembang sapatu yang dalam pengolahan batang, daun dan bunganya dibuat dengan garis tegas sehingga mencerminkan pola yang konstruktif. Patra Samblung ide dasarnya diambil dari tanaman Samblung, yakni tanaman menjalar dengan daun-daun yang lebar. Dalam pepatran tanaman samblung ini dibuat berupa tanaman yang ujung-ujungnya menjalar dan melengkung harmonis. Dalam bangunan tradisional Bali jenis pepatran ini menempati bidang-bidang yang panjang karena polanya yang berulang dan memanjang.

2) Kekarangan 


yang merupakan bentuk ukiran yang bermotifkan dari bentuk-bentuk makluk binatang yang biasanya ditonjolkan pada bagian kepala.  Menampilkan suatu bentuk hiasan dengan suatu karangan yang berusaha mendekati bentukbentuk flora yang ada dengan penekanan bagian-bagian keindahan. Seperti jenis keketusan atau pun pepatran, jenis kekarangan sangat banyak ditemukan dalam ragam hias tradisional Bali, seperti: Karang Simbar merupakan hisan yang menyerupai atau mendekati tumbuh-tumbuhan yang mirip tanduk menjangan dengan daun terurai menjalar kebawah; Karang Bungaadalah jenis ragam hias yang berbentuk bunga dengan kelopak dan seberkas daun. Disamping bentuk flora, ide dasar bentuk kekarangan juga bersumber dari bentuk binatang atau jenis fauna yang dikarang keindahannya, seperti: Karang Guak adalah stiliran dari kepala burung tanpa rahang bawah, dan dari mulutnya keluar tumbuh-tumbuhan sejenis pidpid dan simbarKarang Gajah disebut juga Karang Astimerupakan stiliran dari binatang gajah; Karang Bentulu adah kombinasi dari kepala burung yang bermata satu tanpa hidung dan tanpa rahang bawah. Kekarangan yang lainnya seperti: Karang Tapel, Karang Sae, Karang Boma dan lain sebagainya. Dalam arsitektur rumah tinggal tradisional Bali kekarangan umumnya menempati bidang-bidang tonjolan terutama di sudut-sudut. Penempatan jenis kekarangan dalam arsitektur rumah tinggal tradisional Bali tetap memperhatikan pertimbangan-pertimbangan yang logis, seperti:Karang Guak, karena burung diasosiasikan bersayap maka hidupnnya selalu di alam atas, maka letaknya pada bangunan selalu di bagian atas. Demikian pula dengan Karang Gajah yang letaknya selalu di bawah (bebaturan rumah), karena gajah dianggap memiliki kekuatan yang sangat tinggi, sehingga ia akan dapat menopang beban bangunan yang dimaksud.

3) Keketusan


mengambil bagian terpenting dari suatu tumbuh-tumbuhan yang dipolakan berulang dengan pengolahan untuk memperindah penonjolannya. Keketusan dalam ragam hias tradisional sangat banyak jenisnnya, seperti: keketusan wangga yang menggambarkan bunga-bunga besar yang mekar dari jenis tanaman yang berdaun lebar; keketusan bungan tuwung adalah hisan berpola bunga terung dalam bentuk liku-liku segi banyak berulang atau bertumpuk menyerupai bunga terung; keketusan bun-bunan adalah hiasan berpola tumbuh-tumbuhan jalar atau jalar bersulur. Keketusan lainnya seperti:mas-masan, kakul-kakulan, batun timun, pae, ganggong, dan lain sebagainya.

4) Ukiran Patung 


jenis ukiran ini mengambil bentuk manusia seutuhnya ataupun bentuk wayang yang ditekankan pada busana dengan hiasan pepatran atau kekarangan. 

5) Ukiran Relief
ukiran bali


adalah ukiran timbul yang menghiasi bangunan dan biasanya mengandung pesan cerita. Ukiran relief biasanya ceritanya mengambil tema tertentu. Misalnya cerita jaka tarub dan tujuh bidadari, cerita arjuna bertapa yang digoda tujuh bidadari, cerita arjuna perang tanding melawan raden karna, dan lain-lain.

Senin, 29 September 2014

Bali Raih Penghargaan "The Best Island in Asia"

Pulau bali indah

Dewataku-Pulau Bali kembali mendapat penghargaan bergengsi dari majalah Travel + Leisure. Kali ini Bali berhasil meraih penghargaan World’s Best Awards 2014, nomor satu dalam kategori The Best Island in Asia.

Penghargaan ini disambut gembira oleh Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan. "Tentu kita bersyukur dan menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan," kata Sudikerta di Denpasar, Kamis (25/9/2014).

Pemprov Bali, ia melanjutkan, menyampaikan apreasi yang tinggi atas upaya dari stakeholder pariwisata dan masyarakat Bali yang terus menjaga dan melestarikan kebudayaan sebagai daya jual pariwisata Bali.
"Sehingga kita masih diberi kepercayaan dari dunia yang diwujudkan dalam award terbesar di dunia," tuturnya.

Penghargaan yang didapat, sambung Sudikerta, merupakan buah dari komitmen bersama antara pemerintah, stakeholder dan masyarakat Bali dalam menjaga dan memajukan pariwisata dan budaya Bali. Disaat yang sama, Sudikerta mengingatkan agar masyarakat Bali tak perlu terlena dengan penghargaan yang dicapai.
Sebaliknya, tetap bekerja keras untuk menjaga penghargaan yang telah dipercayakan masyarakat dunia. Salah satu cara yang perlu dilakukan agar mendapatkan kepercayaan yakni dengan menunjukkan kinerja, membangun dan membenahi pariwisata.

"Yang terpenting juga melestarikan budayanya serta menciptakan keamanan yang nantinya memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali," papar Ketua DPD Partai Golkar Bali ini.

Sumber : liputan6.com

Sabtu, 27 September 2014

Pantai Balangan

tebing di pantai balangan di dekat uluwatu


Dikutip dari Travel detik.com, saya akan menyajikan surga tersembunyi di selatan pulau bali, saya kali ini akan menceritakan ke eksotisan pantai Balangan yang ada di uluwatu.


Buat kalian yang hobi dan suka dengan pantai, sudah pasti tidak asing lagi dengan Pantai Balangan. Lokasinya di Pulau Bali bagian selatan. Gugusan pantai Pulau Bali bagian selatan memang tidak ada habisnya. Tiap waktu bermunculan pantai yang kadang asing, dan bahkan belum banyak orang mendatangi.
Pengunjung balangan yang cantikKalau biasanya hanya dengar Pantai Dreamland, Pantai Pandawa, Pantai Bluepoint dan banyak lagi, jangan lupa juga Pantai Balangan salah satunya. Lokasinya sendiri sekitar 30-40 menit dari arah Kuta.
Kalau Anda tahu atau pernah ke GWK, tinggal naik lagi, lurus ke atas sampai ketemu perempatan. Kalau jalan ke kiri menuju Pantai Pandawa, Kalau lurus ke arah Dreamland atau ke Uluwatu, tapi kalau ke kanan nama jalannya Jalan Pantai Balangan I. Arah ini yang akan mengarah ke Pantai Balangan itu.
Rutenya tidak susah, tinggal ikuti jalan saja sampai ujung dan ada petunjuknya juga. Kalau sudah sampai di gerbang parkir, maka kalian akan bayar Rp 2.000 per motor, atau Rp 5.000 per mobil. Tidak ada tiket masuk, atau mungkin sudah jadi satu dengan tiket parkir. Jangan langsung ke pantai, tapi coba intip dulu lewat bukitnya.
Dijamin, di sini kalian bakal ambil banyak foto. Di sini juga kalian jadi tahu kalau pasir putihnya berpadu dengan air lautnya yang warna biru. Luar biasa! Jernih sekali, mirip sedikitlah dengan di Raja Ampat. Lanjut ke bawah menuju pantainya yang luar biasa, dijamin kalian tidak akan tahan buat berenang dan menyatu sama airnya.
Serasa kalian berenang di langit, biru luar biasa. Tapi tetap hati-hati ya! Tidak salah kalau kalian cepat-cepat catat yang satu ini untuk destinasi kalian berikutnya.


penyedia jasa di balangan berjemur bali

Kamis, 25 September 2014

Tari Kecak

 Tari Kecak ialah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan dimainkan terutama oleh laki-laki. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak berasal dari ritual Sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.







Sejarah tari kecak

Menurut Wikipedia, kecak diciptakan pada tahun 1930-an oleh Wayan Limbak yang bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies berdasarkan tradisi Sanghyang dan bagian-bagian kisah Ramayana. Wayan Limbak memopulerkan tari ini saat berkeliling dunia bersama rombongan penari Bali-nya.



Selain kisah Ramayana, ada beberapa judul dan tema kecak yang sering dipentaskan seperti :
- Kecak Subali dan Sugriwa, diciptakan pada tahun 1976.
- Kecak Dewa Ruci, diciptakan pada tahun 1982.
Keduanya merupakan hasil karya dari Bapak I Wayan Dibia.



Tempat Pementasan

Ditambahkan oleh TariKecak.com, Tarian Kecak ini bisa ditemukan di beberapa tempat di Bali, tapi yang di Uluwatu adalah yang paling menarik untuk ditonton karena atraksinya bersamaan dengan sunset atau matahari tenggelam